Sambil menanti ide tentang season selanjutnya dari "Naik Haji Pasti Mampu", daku ingin memberikan sebuah selingan menarik dari pengalaman seorang sahabat yang baik, berani, tangguh dan ulet. Yang semoga Allah memberikan penjagaan pada diri dan keluarganya.
آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن.
Yang akan daku ceritakan disini bukan bagaimana rangkaian ibadahnya. Tabi bagaimana bisa sampai ke tanah suci dengan dana terbatas, bawaan yang simple dan tanpa paket umrah dari travel agent alias bekpekeran.
Hmmm..
Kalau untuk daku hal ini menarik. Karena setelah dengar kisah sahabatku itu, daku langsung ingin ambil cuti dan mau ujicoba. Namun sayang kendalanya masih sama "Mahram".. Ya allah pertemukan aku segera dengan mahramku. آمِيّنْ... آمِيّنْ... يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن
Aiih, tidak usah bermelankolis ria. Langsung ke how to nya yaa...
1. Belilah tiket pesawat Jakarta - Jeddah yang promo. Biasanya sih yang rajin promo air asia (hehhe..temanku emang naik air asia)
2. Dalam tiketnya di hari, jam dan penerbangan yang sama dengan kita harus ada yang namanya "pria" yang berperan sebagai mahram kita. (kita disini kalau calUmnya wanita ya..kalau pria lanjut baca no 3 deh)
Kenapa pria harus ada dalam rombongan kita ?
- Syarat buat visa dalam rombongan yang bersama wanitanya ya harus ada mahram.
- Kalaupun lewat urus visa tanpa ada mahram, nanti pas keluar imigrasi arab sana akan susah.
3. Urus Visa nitip ke travel agent umrah yang baik dan mau menolong..
Biaya buat visa perorang 300USD, kalau bukan buat umrah ramadhan harganya akan lebih murah.(Infonya harganya 250USD sih, cuma travel agent yang bantuin harus ada ongkos jalannya dunk)
Info lainnya lagi :
Sekarang umrah ramadhan itu pakai quota kayak haji. Kalau indonesia pas kebagian quota dikit, jadi mahal visa nya. Katanya kalau ga ramadhan bisa sampai separo harga ramadhan.
4. Urus visa sebulan sebelum ramadhan juga masih cukup waktu dan untuk ngurus visa, cuma paspor, tiket pp, foto. Udah itu aja..
5. Kalau syarat lengkap dan travel agentnya tidak nipu, visanya bisa keluar.
6. Berangkatlah dengan semangat jihad. Pas hari H nya. Karena sahabatku naik air asia, dia harus transit di KL. Setelah itu ganti pesawat yang lebih besar dan pelayanannya jauh lebih bagus.
7. Sampailah di bandara king abdul aziz Jeddah. Kata sahabatku, karena visanya lengkap dan ada mahram tidak masalah kok pas keluar imigrasi. Lancar broo..
8. Ada masalah kalau naik Air asia. Kata sahabatku, ketika melalui yalamlam di udara sana, pihak airasianya tidak di kasih tahu apakah kita melewati yalamlam atau tidak. Jadi agak kesulitan kalau mau memulai Ihram umrah (atau dikira - kira sendiri ya atau minta tolong pramugari untuk mengingatkan jamaah kalau lewat yalamlam..wallahu a'alam)
9. Selanjutnya dari bandara King Abdul Aziz ke Makkah ada taxi yang harganya sekitar 200-300SAR(uang Real ya) atau
dari bandara King Abdul Aziz bisa ke Ballad dulu naik taxi, habis itu dari Ballad ke Makkah naik saptco seharga 30SAR (lupa2 ingat, kayaknya sih segituan). Cuma masalahnya dari Bandara ke Balladnya harus naik taxi, dan Taxinya mahal juga sekisaran 200SAR.
Ballad adalah salah satu lokasi terkenal di Jeddah, lokasinya kayak Glodok gitu deh, tempat jual beli elekrtronik dan oleh - oleh. di Ballad harganya lebih miring sih.
10. Kalau nanti mau ke Madinah, kita pergi naik bus saptco dari poolnya di dekat dar at tauhid. Makkah - madinah tiketnya seharga 75SAR.
Dar at tauhid posisinya dekat Hotel Hilton atau dekat Safa tower(safa tower itu hotel yang ada mall zam-zam dan ada jam besar diatasnya, orang suka foto - foto disini kalau datang ke makkah)
Bus nya lumayan enak kok. Kayak bus malam di indonesia. Lalu pool nya saptco di madinah juga tidak jauh dari masjid nabawi. Jadi enak naik saptco aja.
11. Penginapan, nah ini lumayan bikin pusing.
Infonya mulai 2014 ini pemerintah arab makin ketat, untuk umroh aja jamaah harus diinapkan di tempat penginapan yang punya tasrih umroh
Tasrih itu semacam surat ijin yang dikeluarkan pemerintah arab bahwa tempat itu layak menerima tamu
Jadi tidak semua punya tasrih.
Makanya sekarang tidak bisa menginap di apartemen, atau rumah yang jelek untuk mendapatkan untung banyak. Kalau ketahuan menginapkan di tempat yang tidak ada tasrih nya diusir ama pemerintah saudi trus dipindahkan ke tempat yang ada tasrihnya yang mana bisa jadi sangat lebih mahal
Tapi apakah itu betul (bahwa jamaah umroh harus nginap di tempat yang bertasrih) atau tidak, belum ada info dari sumber lain yang bisa ditanya, karena itu baru jalan tahun ini
Sementara banyak kok yang menginap di masjid, mereka benar - benar Itikaf. Jadi masuk masjid ya tidak keluar - keluar lagi sampai sholat Ied dan kalaupun harus keluar masjid hanya ketika ada keperluan mendesak. Untuk cuci, mandi bisa dilakukan di toilet mesjid. Cuma jemurnya dimana nah itu yang belum ada info. (kalau ada yang punya di sharing ya)
Pengalaman sabahatku :
Kemarin itu aku berencana tidur di masjid memang buat ngirit. Namun karena travel agent tempat bikin visa salah pesan hotel buat jamaah hajinya, Jamaah umrahnya belum datang, akhirnya kamar itu dijual ke sahabatku dengan harga yang lumayan sih, sekitar 15juta 1 kamar + 3x makan untuk 3 orang untuk selama 13 hari plusnya lagi diantar jemput dari bandara ke hotel + air zam-zam buat oleh - oleh. Nasib baiklah, murah bener, padahal sebenarnya harga itu untuk 3 hari, cuma hotelnya salah hitung, namun sudah terlanjur akad dan kesalahan ada dipihak mereka, mereka tidak minta ganti loh. (jadi patokan harga hotel sahabatku ini tidak bisa jadi patokan ya). Hotel yang ditempati sahabatku ini ada di daerah sulaymaniyah. Itu daerah belakang masjid, kalau diukur jarak ke masjid ya masih dekat karena cuma melintasi terminal saptco yang keliling makkah dalam kota, dan di hotel ini juga ada dapur, jadi bisalah masak - masak.
Jadi masalah penginapan pilih masing - masing ya, idenya berangkat bareng beberapa orang, nanti di makkahnya sewa satu kamar yang digunakan sebagai pos. Jadi kalau ada yang cape bisa tidur, kalau mau nyuci gampang. Karena waktu kita disana akan lebih dominan di masjid jadi pinter - pinter deh.
12. Selama bulan Ramadhan, banyak yang jualan kok. Toko2 baru buka setelah ashar dan baru tutup setelah subuh
Jadi pas malam itu ramai banget. Tapi pas siang pada tidur
13. Mesjid Haram selama Ramadhan ramai banget, apalagi kalau malam 27, di masjid kayak ada kerusuhan.
Nah, itu saja sih sekelumit pengalaman dari teman yang sudah jalan kesana tanpa bimbingan travel agent. Dicoba sendiri dan dialami sendiri. mungkin akan beda sih ya pengalaman orang - orang. Sebenarnya bekpekeran ke Makkah - madinah akan lebih sip kalau dijalanin para pria, mengingat keterbatasan wanita. Namun kalau wanita muda yang gesit dan ga banyak cincong tapi wajib ditemani mahram, Insya Allah sukses.
Yang punya pengalaman di bagi - bagi ya..
Tips :
Mahram wajib ya kalau mau kemana - mana..hehe
Rabu, 20 Agustus 2014
Selasa, 12 Agustus 2014
Naik Haji Pasti Mampu Season 9
Sebelum subuh kami para Jamaah sudah bersiap - siap. Kamar mandinya cukup kok buat menampung jamaah. baju seragam hijau lunture tetap harus dipakai. Jangan sampai ada barang yang ketinggalan. Ada tips sederhana disini, kalau bisa pakaian dalamnya pakai yang langsung buang jadinya kita tidak bawa barang bau di tas, tinggal buang.
Dengan membawa tas kami masing - masing, kami dibariskan lagi untuk menuju ruang boarding. Nah disini ngantrinya lama nih. Setelah tas - tas di scanning ada yang disuruh buka, karena di dalamnya ada benda tajam, kayak gunting, sendok, pisau dan juga cairan yang lebih dari 10ml. Seharusnya semua barang itu masuk ke tas besar jadi tidak masuk kabin pesawat.
Biasanya sebelum sampai tempat scanning, petugas garuda sudah teriak - teriak agar mengeluarkan benda- benda yang dilarang masuk ke kabin pesawat. Dan memang pas daku lihat banyak loh benda - benda yang disita. Dan banyak juga calhaj yang memberikan sabun cair, gunting atau benda - benda yang dilarang kepada petugas - petugas yang keliaran di pondok gede. Yah, rezeki merekalah.
Biasanya yang sudah tua dan tidak kuat antri ditarik petugas kesehatan biar duluan diperiksa tasnya, lumayan perhatian kok para petugas kloter haji kita, tak makan gaji bute dee.
Di ruang boarding, ada kursi yang sudah di susun perkelompok berdasarkan jumlah kursi di dalam bis yang akan mengantar kami, kami harus duduk urut sesuai dengan nomor yang diberikan, setelah semua jamaah masuk ke ruang boarding, petugas garuda akan kasih wejangan lagi, para jamaah nanti kalau pulang berat tasnya tidak boleh lebih dari 32 kilo ya(kalimat ini sering sekali diulang), nanti semua jamaah ketika pulang akan dapat zam-zam masing - masing 5 liter jadi jangan masukkan zam - zam ke dalam tas ya..
(Lucu bener, kayaknya semua jamaah indonesia kelakuannya setiap tahun sama yaaa....makanya pesan ini diulang terus berkali - kali).
Jeng - jeng..kami dimasukkan per kelompok ke dalam bis masing - masing. Deg - degan makin lebih kuat, sampai telpon ke rumah saja tidak bisa berkata apa - apa lagi..cuma bisa nangis ditelpon..(ih kayak sinetron)
Dari pondok gede lewat pintu belakang yang nembus perumahan tentara, bis terus bergerak konvoi dimulai dari bis nomor 1 sampai bis terakhir. Konvoi bis melalui perumahan tentara ters langsung masuk ke hanggar Halim perdana kusuma. Bis langsung parkir tidak jauh dari pesawat. Penumpang satu per satu turun dari bis yang nomor urutnya paling awal.
Pas giliran daku turun, daku agak ribet karena bawa 2 tas, bawain tas mami juga. Eh petugas garudanya baik, tas daku malah dibawain dua - duanya sampai naik pesawat. Alhamdulillah, ga pakai berat - berat.
Kalau rezeki, allah kasih penolong dalam setiap kesusahan.
Di atas pesawat, petugasnya ramah - ramah. Sekali - kalinya daku lihat pramugari garuda pakai jilbab ya dipesawat ini, biasanya rambutnya pada di sasak konde keong gitu kan. Pesawat garuda yang kami tumpangi ini sebenarnya adalah pesawat Pullman air dari spanyol, semua petunjuk penerbangannya pakai bahasa spanyol dan inggis dan ada juga pramugari bule yang berjilbab.
Disetiap kursi sudah di sediakan bantal garuda dan permen sekantong. Tapi ga minat makan permen, maunya cepet sampe aja.
Sebelum berangkat ketua rombongan memimpin baca doa safar yang sesuai dengan buku hijau yang diberikan depag. Setelah itu flight announcer akan sibuk memberitahukan berapa lama kita dalam perjalanan, berapa kali kita dapat makan, posisi toilet serta yang kocak dia akan memberitahukan bagaimana cara membuka pintu toilet, cara cebok yang tidak pakai air tapi pakai tissue dan tidak boleh bikin toilet jadi becek. Tak bosan - bosan diberitahu tata cara bertoilet di pesawat. Walau pesawat dari Jakarta tetap ada kok calhaj yang lugu.
Kayaknya kalau jadi calhaj harus siapin gentong perut yang lebar, dipesawat aja, bisa dapat 4 kali makan, 2 makan besar dan 2 kali snack. Sampai ga minat makan hidangan yang terakhir soalnya dah kenyang banget. Di dalam pesawat hampi 9 jam tanpa beraktivitas yang bisa membakar kalori. Flight announcer juga menyarankan agar kita jalan - jalan selama dipesawat, jangan duduk - duduk saja. Pesawatnya besar dan bertingkat kok. Keliling aja siapa tahu ada yang ganteng. Haha..tapi selama daku keliling yang daku liat kebanyakan aki - aki..wah ga minat.
Petugas kloter juga akan memerintahkan kita untuk menyobek salah satu lembaran di buku hijau yang diberi pemerintah. Lembaran itu ada foto dan identitas kita, lembarannya di letakkan di bagian depan tas pinggang.
Selain itu petugas medis juga sibuk mutar - mutar dalam pesawat mencari mangsa calhaj yang pakai gelang dari pondok gede untuk diukur tensinya, dan diminta untuk minum obat. Kalau ada yang sakit mereka juga terlihat sibuk mencarikan obatnya.
Selain banyak calhaj yang berkeliaran juga banyak calhaj yang bobo, baca quran atau cuma sekedar ngobrol. 9 jam di perjalanan pesawat memang mati gaya, mana TV dipesawat lagi rusak.
Flight announcer juga sering mengumumkan posisi kita saat ini ada dimana, Kalau posisi kita juga bisa lihat dari layar besar yang didepan, petanya update terus.
Kalau lihat dijendela ke bawah juga keren dari pemandangan yang berwarna hijau, biru terus jadi berwarna kuning. Jadi kalau sudah masuk Jazirah arab pemandangan dibawah jadi kuning gersang. Masya Allah dramatis banget. Dan kalau sudah melewati jazirah arab, suhu dipesawat juga jadi panas.
Tibalah pesawat kami di Bandara Madinah, waduh ga tahu kenapa pas mau landing, pesawatnya ndut-ndutan..daku sampai mual bahkan ada teman yang muntah. Pas keluar pesawat wiw berasa suhu yang panas. berdoalah sama Allah, Ya Allah jadikan panas ini sejuk padaku, dan tetap lancarkan ibadahku.
Turun pesawat di boarding room masih disuruh antri juga menuju custom imigrasi. Padahal cuma cap - cap aja kenapa lama ya ?
Informasi sebelumnya, imigrasi arab saudi memang suka angot - angotan kalau kerja, kadang lagi antri panjang kalau dia mau pergi ya ditinggal aja. Ada pengalaman lain katanya petugas imigrasi arab saudi suka minta permen yang dibawa calhaj, soalnya permen dari Indonesia enak. Kalau sudah dikasih permen urusan mudah.. itu katanya ya..(soalnya daku tidak mengalami).
Petugas bandaranya semuanya laki - laki dari yang wajahnya yang ganteng sampai yang ancur - ancur ada kok. Ganteng dan jelek itu ternyata memang berhubungan sama kasta dan kedudukan loh. Soalnya yang ganteng - ganteng biasanya cuma mantau atau nyuruh kalau yang jelek bagian kasar dan angkut - angkut...hehehe,,analisa daku ya..
Daku gampang - gampang aja tuh pas di Imigrasi, Yang layanin ganteng pula. Pengalaman di imigrasi nih, mendingan bilang "terima kasih" ke petugas cap dari pada "syukran". Soalnya mami daku bilang terima kasih dijawab sambil senyum "sama-sama" sementara pas daku bilang "syukran", itu petugas diam saja. Padahal petugasnya sama loh, Apa petugas itu sukanya sama emak - emak ya ?
Setelah di cap kita akan melihat tumpukan tas - tas besar yang telah diturunkan dari pesawat, kita tidak usah pikirkan tas besar kita, langsung saja jalan, Masalah tas besar urusannya nanti pas dihotel. Dijamin sampai hotel yang sama dengan tempat kita bobo kok(insya allah).
Ah, tentang tas besar...ternyata benar kok. tas kita bakal di tarik sana sini dan bakal dibanting - banting, makanya pikirin deh isi dalamnya, ga usah bawa pecah belah ke arab, semua kebutuhan hidup kita dijual semua kok di arab. Dari peralatan mandi, kosmetik, alat masak dijual semua kok disana.
Jalan menuju pintu keluar Bandara Madinah, kita akan dikasih buku - buku pedoman haji dalam bahasa indonesia, selain itu Pasport kita akan diminta oleh petugas haji(orang arab ya), ramah - ramah kok walau kumisnya ada yang baplang. "Terima kasih ya Hajj"...
Bis yang membawa kita juga sudah siap sedia di parkiran dekat pintu keluar bandara, bisnya juga urut kok. biasanya per KBIH sudah matokin bisnya masing - masing, tapi ada juga jamaah yang suka nyasar selama masih satu kloter pemondokan(hotelnya sama atau minimal masih satu lokasi kok).
Madinah, Kota hijrahnya Rosullullah sudah didepan mata, Arab banget deh, panas..gersang tapi damai dan ngangenin. Padahal belum pernah kesitu tapi rasanya seperti sudah tahu, eh apa sok tahu ya. Jalanannya licin dan sepi, kalau ngintip ke mobil yang lalu lalang, tidak ada pengendara mobil yang perempuan.Tidak terlihat juga warung kopi tempat kongkow - kongkow.
Bis kami akhirnya tiba di sekitaran Masjid Nabawi, Masya Allah kami sampai juga, Kami hadir disambut azan Ashar. Sebelnya, disini kami harus menunggu di bis lagi, karena ada sedikit salah persepsi atau apalah. Kami lihat dari bis, orang - orang pada jalan semua menuju masjid, yang punya toko ditinggal begitu saja(ada yang ditutup dengan kain) karena mereka mau ke masjid melaksanakan sholat Ashar.
Petugas kloter naik kesetiap mesjid, memberitahukan bahwa posisi hotel kami nanti dekat pintu 8 masjid Nabawi, mereka juga mewanti - wanti agar kami tidak mudah percaya dengan orang yang baru kami kenal, karena sudah cukup banyak kejadian calhaj indonesia dan negara lain yang tertipu. Yah walaupun ini negrinya penduduk Anshor yang terkenal ramah itu, tapi disini juga pernah tinggal abdullah bin saba dedengkot syiah,,,jadi orang jahat tetap ada ya.
Kami juga dikasih kartu yang isinya nomor - nomor telpon yang bisa dihubungi kalau kita kenapa - kenapa. Berdoa sajalah semoga kita dilindungi Allah.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya kami dapat kepastian dimana hotel kami, Alhamdulillah hotel kami dekat banget sama pintu 8 masjid nabawi. Sabar sabar, ternyata dibalik nunggu lama dapat yang bagus.
To be continued
Tips season ini : Ganteng jelek ternyata ada kastanya yee...intinya jadilah ganteng selalu..
Dengan membawa tas kami masing - masing, kami dibariskan lagi untuk menuju ruang boarding. Nah disini ngantrinya lama nih. Setelah tas - tas di scanning ada yang disuruh buka, karena di dalamnya ada benda tajam, kayak gunting, sendok, pisau dan juga cairan yang lebih dari 10ml. Seharusnya semua barang itu masuk ke tas besar jadi tidak masuk kabin pesawat.
Biasanya sebelum sampai tempat scanning, petugas garuda sudah teriak - teriak agar mengeluarkan benda- benda yang dilarang masuk ke kabin pesawat. Dan memang pas daku lihat banyak loh benda - benda yang disita. Dan banyak juga calhaj yang memberikan sabun cair, gunting atau benda - benda yang dilarang kepada petugas - petugas yang keliaran di pondok gede. Yah, rezeki merekalah.
Biasanya yang sudah tua dan tidak kuat antri ditarik petugas kesehatan biar duluan diperiksa tasnya, lumayan perhatian kok para petugas kloter haji kita, tak makan gaji bute dee.
Di ruang boarding, ada kursi yang sudah di susun perkelompok berdasarkan jumlah kursi di dalam bis yang akan mengantar kami, kami harus duduk urut sesuai dengan nomor yang diberikan, setelah semua jamaah masuk ke ruang boarding, petugas garuda akan kasih wejangan lagi, para jamaah nanti kalau pulang berat tasnya tidak boleh lebih dari 32 kilo ya(kalimat ini sering sekali diulang), nanti semua jamaah ketika pulang akan dapat zam-zam masing - masing 5 liter jadi jangan masukkan zam - zam ke dalam tas ya..
(Lucu bener, kayaknya semua jamaah indonesia kelakuannya setiap tahun sama yaaa....makanya pesan ini diulang terus berkali - kali).
Jeng - jeng..kami dimasukkan per kelompok ke dalam bis masing - masing. Deg - degan makin lebih kuat, sampai telpon ke rumah saja tidak bisa berkata apa - apa lagi..cuma bisa nangis ditelpon..(ih kayak sinetron)
Dari pondok gede lewat pintu belakang yang nembus perumahan tentara, bis terus bergerak konvoi dimulai dari bis nomor 1 sampai bis terakhir. Konvoi bis melalui perumahan tentara ters langsung masuk ke hanggar Halim perdana kusuma. Bis langsung parkir tidak jauh dari pesawat. Penumpang satu per satu turun dari bis yang nomor urutnya paling awal.
Pas giliran daku turun, daku agak ribet karena bawa 2 tas, bawain tas mami juga. Eh petugas garudanya baik, tas daku malah dibawain dua - duanya sampai naik pesawat. Alhamdulillah, ga pakai berat - berat.
Kalau rezeki, allah kasih penolong dalam setiap kesusahan.
Di atas pesawat, petugasnya ramah - ramah. Sekali - kalinya daku lihat pramugari garuda pakai jilbab ya dipesawat ini, biasanya rambutnya pada di sasak konde keong gitu kan. Pesawat garuda yang kami tumpangi ini sebenarnya adalah pesawat Pullman air dari spanyol, semua petunjuk penerbangannya pakai bahasa spanyol dan inggis dan ada juga pramugari bule yang berjilbab.
Disetiap kursi sudah di sediakan bantal garuda dan permen sekantong. Tapi ga minat makan permen, maunya cepet sampe aja.
Sebelum berangkat ketua rombongan memimpin baca doa safar yang sesuai dengan buku hijau yang diberikan depag. Setelah itu flight announcer akan sibuk memberitahukan berapa lama kita dalam perjalanan, berapa kali kita dapat makan, posisi toilet serta yang kocak dia akan memberitahukan bagaimana cara membuka pintu toilet, cara cebok yang tidak pakai air tapi pakai tissue dan tidak boleh bikin toilet jadi becek. Tak bosan - bosan diberitahu tata cara bertoilet di pesawat. Walau pesawat dari Jakarta tetap ada kok calhaj yang lugu.
Kayaknya kalau jadi calhaj harus siapin gentong perut yang lebar, dipesawat aja, bisa dapat 4 kali makan, 2 makan besar dan 2 kali snack. Sampai ga minat makan hidangan yang terakhir soalnya dah kenyang banget. Di dalam pesawat hampi 9 jam tanpa beraktivitas yang bisa membakar kalori. Flight announcer juga menyarankan agar kita jalan - jalan selama dipesawat, jangan duduk - duduk saja. Pesawatnya besar dan bertingkat kok. Keliling aja siapa tahu ada yang ganteng. Haha..tapi selama daku keliling yang daku liat kebanyakan aki - aki..wah ga minat.
Petugas kloter juga akan memerintahkan kita untuk menyobek salah satu lembaran di buku hijau yang diberi pemerintah. Lembaran itu ada foto dan identitas kita, lembarannya di letakkan di bagian depan tas pinggang.
Selain itu petugas medis juga sibuk mutar - mutar dalam pesawat mencari mangsa calhaj yang pakai gelang dari pondok gede untuk diukur tensinya, dan diminta untuk minum obat. Kalau ada yang sakit mereka juga terlihat sibuk mencarikan obatnya.
Selain banyak calhaj yang berkeliaran juga banyak calhaj yang bobo, baca quran atau cuma sekedar ngobrol. 9 jam di perjalanan pesawat memang mati gaya, mana TV dipesawat lagi rusak.
Flight announcer juga sering mengumumkan posisi kita saat ini ada dimana, Kalau posisi kita juga bisa lihat dari layar besar yang didepan, petanya update terus.
Kalau lihat dijendela ke bawah juga keren dari pemandangan yang berwarna hijau, biru terus jadi berwarna kuning. Jadi kalau sudah masuk Jazirah arab pemandangan dibawah jadi kuning gersang. Masya Allah dramatis banget. Dan kalau sudah melewati jazirah arab, suhu dipesawat juga jadi panas.
![]() |
| Salah satu pemandangan Jazirah arab dari atas pesawat, gersang..No Pohon |
![]() |
| Pemandangan dekat Bandara Madinah |
Informasi sebelumnya, imigrasi arab saudi memang suka angot - angotan kalau kerja, kadang lagi antri panjang kalau dia mau pergi ya ditinggal aja. Ada pengalaman lain katanya petugas imigrasi arab saudi suka minta permen yang dibawa calhaj, soalnya permen dari Indonesia enak. Kalau sudah dikasih permen urusan mudah.. itu katanya ya..(soalnya daku tidak mengalami).
Petugas bandaranya semuanya laki - laki dari yang wajahnya yang ganteng sampai yang ancur - ancur ada kok. Ganteng dan jelek itu ternyata memang berhubungan sama kasta dan kedudukan loh. Soalnya yang ganteng - ganteng biasanya cuma mantau atau nyuruh kalau yang jelek bagian kasar dan angkut - angkut...hehehe,,analisa daku ya..
![]() |
| Ini petugas kasta bawah yee,,maap poto dari belakang, kalau dari depan takut di omelin |
![]() |
| Suasana di ruang tunggu menuju loket imigrasi |
Setelah di cap kita akan melihat tumpukan tas - tas besar yang telah diturunkan dari pesawat, kita tidak usah pikirkan tas besar kita, langsung saja jalan, Masalah tas besar urusannya nanti pas dihotel. Dijamin sampai hotel yang sama dengan tempat kita bobo kok(insya allah).
Ah, tentang tas besar...ternyata benar kok. tas kita bakal di tarik sana sini dan bakal dibanting - banting, makanya pikirin deh isi dalamnya, ga usah bawa pecah belah ke arab, semua kebutuhan hidup kita dijual semua kok di arab. Dari peralatan mandi, kosmetik, alat masak dijual semua kok disana.
Jalan menuju pintu keluar Bandara Madinah, kita akan dikasih buku - buku pedoman haji dalam bahasa indonesia, selain itu Pasport kita akan diminta oleh petugas haji(orang arab ya), ramah - ramah kok walau kumisnya ada yang baplang. "Terima kasih ya Hajj"...
Bis yang membawa kita juga sudah siap sedia di parkiran dekat pintu keluar bandara, bisnya juga urut kok. biasanya per KBIH sudah matokin bisnya masing - masing, tapi ada juga jamaah yang suka nyasar selama masih satu kloter pemondokan(hotelnya sama atau minimal masih satu lokasi kok).
![]() |
| Bandara Madinah |
Madinah, Kota hijrahnya Rosullullah sudah didepan mata, Arab banget deh, panas..gersang tapi damai dan ngangenin. Padahal belum pernah kesitu tapi rasanya seperti sudah tahu, eh apa sok tahu ya. Jalanannya licin dan sepi, kalau ngintip ke mobil yang lalu lalang, tidak ada pengendara mobil yang perempuan.Tidak terlihat juga warung kopi tempat kongkow - kongkow.
![]() |
| Suasana Madinah |
Petugas kloter naik kesetiap mesjid, memberitahukan bahwa posisi hotel kami nanti dekat pintu 8 masjid Nabawi, mereka juga mewanti - wanti agar kami tidak mudah percaya dengan orang yang baru kami kenal, karena sudah cukup banyak kejadian calhaj indonesia dan negara lain yang tertipu. Yah walaupun ini negrinya penduduk Anshor yang terkenal ramah itu, tapi disini juga pernah tinggal abdullah bin saba dedengkot syiah,,,jadi orang jahat tetap ada ya.
Kami juga dikasih kartu yang isinya nomor - nomor telpon yang bisa dihubungi kalau kita kenapa - kenapa. Berdoa sajalah semoga kita dilindungi Allah.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya kami dapat kepastian dimana hotel kami, Alhamdulillah hotel kami dekat banget sama pintu 8 masjid nabawi. Sabar sabar, ternyata dibalik nunggu lama dapat yang bagus.
![]() |
| Masjid Nabawi dari kamar hotel kami..Keyen kaan |
Tips season ini : Ganteng jelek ternyata ada kastanya yee...intinya jadilah ganteng selalu..
Naik Haji Pasti Mampu Season 8
Sampai di Pondok Gede, kami digiring menuju Aula lagi, di dalam aula sudah banyak jamaah haji dari KBIH lain yang sudah berkumpul. Semua pakai seragam hijau batik lunture juga. Kami didudukkan di bangku - bangku yang sudah disediakan oleh panitia sementara di bagian depan terdapat meja - meja panitia haji.
Para petugas kloter, dari ketua, pembimbing sampai dokter dan perawat semua dikenalkan kepada calhaj dan ada yang diberi kesempatan untuk berbicara. Dan kembali ketika bagian dokter yang dikasih kesempatan berbicara, tetap saja mereka mengkampanyekan kepada calhaj untuk tidak lupa memakai masker karena berkembangnya isu virus mers dan jangan lupa para calhaj minum oralit, karena disana panas dan akan membuat kita banyak kekurangan cairan.
Dan demi Allah, oralit juga tidak dibutuhkan karena disana ada air zamzam yang kekuatannya lebih dahsyat dari cuma sekedar oralit (hehehe..pembangkang banget ya).
Setelah itu, kami dipanggil satu satu menuju meja - meja panitia yang depan, dengan tetap membawa tas tenteng masing - masing kami pindah satu kursi ke kursi yang lain dengan semangat. Di meja panitia kita akan di kasih buku hijau(buku catatan kesehatan) beserta balsem, masker dan oralit. Kalau di buku hijau ada catatan khusus tentang penyakit tertentu maka ditangan kiri akan dikasih gelang rumah sakit, biasanya yang dapat gelang ini yang sudah berumur kok dan katanya berarti kita akan lebih diperhatikan tim medis selama disana.
Pindah ke meja pemberian nomor kursi pesawat, nomor kamar asrama di pondok gede berserta kupon makan 2x, passport dan gelang tanda haji. Gelang yang harganya muahal sangat, harganya ya seharga ONH, gelang peyot yang tertuliskan nama kita sesuai dengan nama di passport. Lalu pindah ke meja uang saku. pesan dari KBIH jangan lupa agar amplop uang saku dibuka dan dihitung depan petugas. Maklumlah penyelanggara negara kita terlalu banyak kurapnya, jadi masih belum bisa dipercaya. hehehe
Calhaj yang sudah selesai di semua meja jalan ke belakang ketempat bis sebesar metromini parkir di pintu keluar. Bis akan menghantarkan kita ke asrama tempat kita menginap di pondok gede. Turun bis, calhaj akan disambut paparazi cebanan yang cukup banyak berkeliaran di dekat pintu masuk asrama. Ceprat ceprot..kamera menyambut kedatangan kita, sebaiknya sih senyum pas di foto, nanti fotonya bisa di ambil kok di counter liar sekitar asrama dan harganya bersahabatlah. Selain Paparazi ada juga orang baik yang bertugas membagikan nomor perdana arab, lumayan kok ada isi pulsanya 4 real, kita bisa pakai telpon ke indonesia dari arab sana.
Di kamar pemodokan sebaiknya kita istirahat, karena kita akan mengalami perjalanan fisik yang lumayan,, apalagi buat yang berumur tua, soalnya daku yang berumur muda(hehehe) saja dari datang bawaanya langsung bobo. Semantara mami daku malah keliaran. Katanya disekitar asrama banyak yang jualan. Dari jualan pulsa, susu, baju - baju..ramai katanya. Tapi maaf daku tidak bisa banyak cerita soalnya tidak lihat langsung(daku kan bobo).
Malam hari ada acara keakraban dengan pihak KBIH..cerita - cerita persiapan fisik, pengulangan manasiklah. Sebagai calhaj yang baik perlulah selalu setor muka. Siapa tahu juga ada info - info ter-update yang kita belum tahu.Namun yang disampaikan tetap saja hal yang telah kita ketahui dan yang sudah di jelaskan panjang lebar sebelumnya.
Lebih baik bobo, buat persiapan besok mau terbang. Kebetulan kami setelah sebuh sudah harus berangkat.
To be continue...
Tips season ini : Masker is ninja bukan Haji
![]() |
| Suasana di Aula Pondok Gede |
Setelah semua calhaj per kloter tersebut datang dan hadir semua, panitia memberikan sambutan, informasi yang diberitahukan antara lain lokasi di mana tempat bobo kami di arab sana, kondisi dan keadaaan disana, apa yang akan kami kerjakan selama di Pondok gede, perkenalan para petugas kloter dan yang paling membahagiakan adalah informasi pemberian uang saku(uang saku ya duit kita juga sih, kita bayar ke depag rupiah, mereka mengembalikannya dalam real).
![]() |
| Tuh pakai masker kayak ninja |
Dan demi Allah, oralit juga tidak dibutuhkan karena disana ada air zamzam yang kekuatannya lebih dahsyat dari cuma sekedar oralit (hehehe..pembangkang banget ya).
Setelah itu, kami dipanggil satu satu menuju meja - meja panitia yang depan, dengan tetap membawa tas tenteng masing - masing kami pindah satu kursi ke kursi yang lain dengan semangat. Di meja panitia kita akan di kasih buku hijau(buku catatan kesehatan) beserta balsem, masker dan oralit. Kalau di buku hijau ada catatan khusus tentang penyakit tertentu maka ditangan kiri akan dikasih gelang rumah sakit, biasanya yang dapat gelang ini yang sudah berumur kok dan katanya berarti kita akan lebih diperhatikan tim medis selama disana.
Pindah ke meja pemberian nomor kursi pesawat, nomor kamar asrama di pondok gede berserta kupon makan 2x, passport dan gelang tanda haji. Gelang yang harganya muahal sangat, harganya ya seharga ONH, gelang peyot yang tertuliskan nama kita sesuai dengan nama di passport. Lalu pindah ke meja uang saku. pesan dari KBIH jangan lupa agar amplop uang saku dibuka dan dihitung depan petugas. Maklumlah penyelanggara negara kita terlalu banyak kurapnya, jadi masih belum bisa dipercaya. hehehe
![]() |
| Balsem ini yang kemarin dibagikan |
Di kamar pemodokan sebaiknya kita istirahat, karena kita akan mengalami perjalanan fisik yang lumayan,, apalagi buat yang berumur tua, soalnya daku yang berumur muda(hehehe) saja dari datang bawaanya langsung bobo. Semantara mami daku malah keliaran. Katanya disekitar asrama banyak yang jualan. Dari jualan pulsa, susu, baju - baju..ramai katanya. Tapi maaf daku tidak bisa banyak cerita soalnya tidak lihat langsung(daku kan bobo).
Malam hari ada acara keakraban dengan pihak KBIH..cerita - cerita persiapan fisik, pengulangan manasiklah. Sebagai calhaj yang baik perlulah selalu setor muka. Siapa tahu juga ada info - info ter-update yang kita belum tahu.Namun yang disampaikan tetap saja hal yang telah kita ketahui dan yang sudah di jelaskan panjang lebar sebelumnya.
Lebih baik bobo, buat persiapan besok mau terbang. Kebetulan kami setelah sebuh sudah harus berangkat.
To be continue...
Tips season ini : Masker is ninja bukan Haji
Langganan:
Postingan (Atom)












